Susah Fokus Saat Work From Home?

“Mau kerja, harus berbagi laptop sama anak yang lagi School from Home”

“Susah konsen karena dikit-dikit masak, cuci piring, masak lagi, cuci piring lagi..”

Bingung atur jam kerjanya, rasanya banyak yang kudu dikerjain

“Terpaksa kerja dari meja makan, curi-curi waktu kerja pas anak-anak tidur, internet slow pula…”

Ada sebagian emak-emak, dan mungkin juga bapak-bapak yang ngerasa WFH ini malah bikin kerja gak produktif, beragam alasannya. Sebenarnya perubahan apa sih yang sedang terjadi?

Sebagai individu dewasa, peran dalam keluarga dan pekerjaan ini sesungguhnya adalah peran yang utama yang kita jalani setiap hari, mungkin bahkan ada juga peran di masyarakat.

Peran di keluarga jadi ibu, atau ayah, atau anak. Peran di pekerjaan jadi staf atau leader. Peran di masyarakat mungkin jadi pak RT, bu RT atau jadi warga yang baik.

Peran-peran itu tentunya menuntut sesuatu tanggung jawab kan yah… Kadang bisa saling bertentangan, tapi gak jarang juga saling memperkaya.

Nah, kita setiap hari melakukan transisi peran antara peran di rumah (keluarga), pekerjaan dan mungkin peran di masyarakat.

Transisi itu adalah kegiatan menyebrang batas (crossing boundaries)

dimana kita keluar dari satu peran dan masuk pada peran lain  dengan memintas batas yang ada.

Jadi, peran-peran yang kita jalani itu dapat digambarkan tersusun pada sebuah kontinum, mulai dari segmentasi yang tinggi sampai pada integrasi yang tinggi.

Peran yang tersegmentasi menjadikan tidak fleksibel dan tidak mudah ditembus batasnya. Jelas banget batasnya, sampai kantor kerja, sampai rumah urusan keluarga, jadi perbedaan peran itu amatlah kontras. Kerja ya kerja, keluarga ya keluarga, bahkan mungkin nerima telpon saat jam kerja aja susah. Ada kan pekerjaan yang emang menuntut harus gitu… fokusss banget gitu..

Sementara peran yang terintegrasi cenderung kabur batasnya, karena fleksibilitas tinggi dan permeabilitas tinggi. Fleksibel misalnya dalam satu waktu kita bisa melakukan beberapa peran, sambil jalanin bisnis keluarga bisa main sama anak contohnya. Permeabel maksudnya mengizinkan individu secara fisik berlokasi di satu tempat tapi secara psikologis terlibat di peran lain, misal sambil kerja nerima telepon dari keluarga.

Jadi mana yang lebih baik?

Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan ya…

Nah jadi kenapa kita jadi kadang merasa “ambyar” saat WFH ini? Ya karena biasanya kita punya batas yang jelas dari sisi waktu, tempat, secara fisik, psikologis pada peran di pekerjaan dan di rumah, sekarang batas itu blurr atau kabur

Trus gimana caranya biar bisa seimbang?

Atur waktu, artinya batas tetap ada tapi fleksibilitas lebih tinggi…

Pilih tempat yang nyaman meski harus kerja di rumah, nyaman itu pilihan ya, ada yang nyaman dari taman, tapi mungkin ada yang nyaman dari dapur…

Minta dukungan ke keluarga, komunikasikan kalau masih ada target pekerjaan yang harus diselesaikan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s