Jalan-jalan ke Universiti Teknologi Malaysia (UTM) (3)

P_20161006_110600_HDR.jpg

Gerbang UTM

Ini adalah kali pertama saya mengunjungi Universitas Teknologi Malaysia di Johor Bahru, saya kesana bersama dua orang rekan saya untuk mengikuti konferensi internasional.

Sebelumnya kami bertiga sudah mendaftarkan abstrak penelitian kami dan mengirimkan fullpaper penelitian kami. Dari hasil penelusuran, saya mengetahui bahwa UTM berada di daerah Skudai Johor Bahru. Melihat di google map nampaknya jarak dengan kota Johor Bahru agak jauh, dan ternyata benar.

Hari pertama konferensi kami berangkat agak awal karena kami belum tahu tempatnya. Kata orang UTM ini seperti ITB kalau di Indonesia, unggul di bidang sains dan teknologi. Namun demikian disana juga fakultas pendidikan. Memasuki kawasan UTM kami melihat suasana yang asri penuh pepohonan, kampusnya nampak terpisah dengan kota, sehingga berada dalam kawasan tersendiri. Melihat gerbang masuknya rasanya seperti masuk
Undip saja

Tempat presentasi kami ada di Fakulti Alam Bina, tidak jauh dari pintu masuk utama sehingga tidak terlalu sulit dicari. Sampai di lokasi kami terkesan karena peserta konferensi ini berasal dari berbagai etnis yang berbeda-beda dari berbagai belahan dunia, menunjukkan kalau Universitas ini berkelas internasional. Wajah-wajah yang kami jumpai, selain Melayu ada pula India, ada juga yang berasal dari Nigeria Afrika, Iran, ada juga wajah-wajah Eropa. Pada umumnya mereka adalah mahasiswa doktoral di UTM.

img-20161006-wa0029

Di depan Masjid Sultan Ismail

Di sela-sela istirahat, kami juga sempat mengunjungi Masjid besar yang ada di UTM, namanya Masjid Sultan Ismail. Kami juga berkesempatan melihat expo yang kebetulan sedang diadakan, disana ada pameran produk inovatif  karya mahasiswa dan pameran kewirausahaan mahasiswa. Yang ini tidak terlalu berbeda dengan yang ada di Indonesia, karena banyak produk fashion dan kuliner.

Walaupun mirip,  yang saya rasa makanan yang dijual di Indonesia masih jauh lebih nikmat (karena sudah puluhan tahun di Indonesia). Menu lunch yang disediakan juga sangat ekonomis dan praktis menurut saya, nasi biryani dan ayam rempah. Sementara snack yang sering muncul adalah sandwich dan sari buah. Sangat praktis dan ekonomis , agak berbeda dengan gaya orang Indonesia dalam menyajikan makanan jika sedang ada acara.

Saat pulang menggunakan grab taxi yang drivernya adalah mahasiswa S2 disana, kami dibawa berputar-putar kampus, wah menyenangkan juga saya lihat ada seperti klub berkuda untuk mahasiswa, katanya itu gratis juga. Kebetulan kami menginap di kota Johor Bahru sehingga jauh dari UTM. Transportasi selain menggunakan taksi, kami sempat juga naik bus trans iskandar dari Taman U (di depan mall AEON) sampai ke JB Sentral. Menggunakan bus cukup ekonomis, namun waktu menunggunya agak lama.

Itulah kesan saya selama berkunjung selama 2 hari di UTM, semoga suatu saat bisa kembali ke UTM lagi untuk mengikuti acara yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s