Brown Canyon Semarang

s_img_0443_

Melihat foto itu, pasti Anda bertanya dimanakah lokasi pemandangan yang indah itu. Kalau di Amerika ada Grand Canyon, di Pangandaran ada Green Canyon, foto di atas itu adalah pemandangan di Brown Canyon Semarang. 

Lokasi Brown Canyon ini ada di antara Rowosari Tembalang, Pucanggading, dan daerah Kebonbatur Mranggen. Awalnya, saya sering melihat pemandangan ini dari kejauhan kalau saya sedang berkendara dari Tembalang ke daerah Kedungmundu, via Sigar Bencah. Dari Sigar Bencah bisa terlihat hamparan perbukitan yang indah, menjulang tinggi bagaikan candi. Beberapa bulan lalu, saya juga melihat teman-teman saya berfoto disana, indah dan dramatis kesan fotonya.

Nah, karena kemarin kebetulan ada hari libur, saya sekeluarga mencoba ingin menelusuri jalanan untuk mencapai Brown Canyon. Kami coba cari tau jalan mana yang harus dilewati untuk sampai kesana, Ayahnya Fia sampai mensetting GPS untuk memandu perjalanan kami. Karena rumah kami berada di daerah atas kota Semarang, kami akan menempuh jalur Tembalang – Meteseh – Rowosari untuk sampai ke Brown Canyon.

Pagi itu, langit masih berkabut sehingga dari sigar bencah tidak nampak bukit bukit brown canyon. Kami sempat berhenti sejenak di pom bensin di dekat pintu masuk perumahan Bukit Kencana Jaya, bersiap mengisi bensin full tank. Dari pom bensin, perjalanan kami lanjutkan ke arah timur hingga sampai di pertigaan pasar meteseh. Dari situ kami terus ke timur, jalannya cenderung kurang bagus, banyak lubang-lubang dengan air tergenang. Saat ada persimpangan kami ambil ke arah kiri, di situ ada petunjuk berupa papan penunjuk arah bertajuk BROWN KENYEN!

Kami menyusuri jalanan pelan-pelan, agak bingung sebenarnya, tapi kami ikuti petunjuk dari GPS dan mengikuti pengendara motor di depan kami, yang sebenarnya kami juga tidak tau mereka hendak kemana, hahahaha…. Sampailah kami di depan Puskesmas Rowosari. Wah senang sekali karena patokan dari beberapa blog yang sudah kami browsing, kalau sudah sampai situ berarti sudah dekat. Kami melaju masuk melalui gang di depan puskesmas rowosari, dan orang di depan kami juga berbelok kesitu. Kami ikuti terus, namun ternyata orang itu berbelok ke salah satu rumah, hahahahaha

Sinyal GPS mulai melemah sehingga kami tidak tau ada dimana, kami susuri jalan hingga melewati persawahan, Fia senang sekali melihat pemandangan alam pedesaan. Tapi kok rasa-rasanya kami makin menjauh yaaa…. Dan tiba-tiba ada petunjuk arah yang menunjukkan kalau kami ke kiri kami akan ke Mranggen! OMG ini Nyasar judulnya! hahahahaha…….

Makin lama makin jauh, dan kami lapar sodara sodara… Kami menyusuri jalanan beraspal halus, mulai dari desa batursari, kebonbatur, dan kangkung. Sampailah kami di pasar mranggen. Ini sudah jauuuh, ayahnya Fia lalu mengambil alih GPS dari saya dan mengecek. Dia bilang kita udah menjauh 2 KM dari lokasi, hahahaha jauh ajaaaa…. Akhirnya saya bergantian dengan suami, saya yang mengendarai motor dan suami yang mencermati GPS. Harap Maklum ajaaa ya psikolog baca GPS kok malah nyasar, jadi geologist aja yang baca GPS.

Dari Pasar Mranggen, kami menuju arah Pucanggading, dulu berdasarkan info seorang teman ada jalan dari arah pucanggading. Kami susuri jalan itu, makin ke selatan GPS menunjukkan semakin dekat dengan objek. Teruus kami susuri jalan itu, dan kami mulai melihat perbukitan itu. Yah, itu sudah kelihatan… Gak disangka-sangka malah kami temukan….

IMG_0317

Masuk ke lokasi, kami harus membayar tiket Rp.5000 per orang. Pengelolaan retribusi dikelola oleh masyarakat setempat.

Ternyata Brown Canyon ini adalah bekas tambang pasir dan batu, jadi dulunya ini adalah bukit-bukit yang menjulang tinggi, setelah bertahun-tahun dikeruk pasirnya, jadilah seperti ini. Saat itu truk pasir sudah tidak banyak lalu lalang, hanya ada beberapa truk yang lewat. Karena sudah lapar, saya dan Fia coba berhenti di salah satu warung untuk menikmati sarapan, sementara Ayah Fia langsung beraksi hunting foto.

Kami sampai di sana pada saat matahari mulai terik, sehingga rasanya panas. Kata Ibu yang berjualan di warung, biasanya brown canyon ramai dikunjungi saat sore hari, sehingga tidak terlalu terik. Selain kami, banyak anak muda yang datang ke situ, bahkan saya lihat plat nomor kendaraannya berasal dari kota lain.

Setelah puas berfoto, kami memutuskan untuk pulang. Setelah bertanya, jalan ke rowosari ternyata dekat. Kami mencoba pulang melalui jalur Rowosari, setelah berputar-putar di desa yang ada tepat di bawah brown canyon, sampailah kami ke jalan yang lebih besar, dan menemukan Puskesmas Rowosari! Hahahahaaha ternyata tadi waktu berangkat, kami sudah ada di lokasi yang dekat, tapi gara-gara mengikuti pengendara motor yang lain, kami malah jadi nyasar. Harusnya belok kiri, kami malah belok kanan.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s