Mencari Sekolah Buat Fia : Episode baru dimulai lagi

Image

New episode is coming! Yeay… jadi Ibu ternyata penuh kejutan… Melahirkan, udah sering lihat, tapi ketika ngalamin sendiri ternyataaaa tak semudah apa yang dilihat. Menyusui, kayaknya gampang tapi setelah dilakoni butuh keteguhan hati dan semangat pantang mundur. Kalau menilik tahapan perkembangan kognitif dari Piaget *plis deh ini bukan ruangan kelas*, tahap sensorimotor juga udah lewat, dulu sempet deg-degan dan harap-harap cemas, nunggu kapan bisa mulai tengkurap, kapan bisa mulai duduk, kapan berdiri, merangkak, jalan, dan akhirnya lari. Kadang anak memberi hadiah berupa kejutan karena gak disangka-sangka bisa melakukan sesuatu, tapi kadang kita udah berharap ternyata masih perlu distimulasi lebih lanjut.

Memang punya anak itu pembelajaran berharga tak terkira, kombinasi pembelajaran untuk bisa sabar, pantang menyerah, lebih rajin, dan mencoba berperilaku baik . Kalau ada yang bilang bahwa mendidik anak itu seperti menyusun batu bata untuk menjadi rumah, ya kurang lebih begitu, buat pondasi sekuat mungkin, susun bata nya dengan rapi, berikan tiang-tiang penguat pada beberapa sisi, beri atap, baru kemudian dipercantik. Nah ternyata punya anak juga demikian, pondasi jelas dipersiapkan mulai dari prenatal ya ibu-ibu, makanan apa yang dikonsumsi akan menentukan gimana perkembangan janin. Tahapan selanjutnya memperkuat fisik dengan gizi yang baik, lalu memperkuat mental dengan pendidikan agama, pendidikan karakter, dan pendidikan lainnya yang dasarnya dari rumah. Nah setelah itu baru mulai dengan pengetahuan umum, pengetahuan sains, dan pengetahuan lain lain…

Fia bulan ini usianya 3 tahun 3 bulan, nah saya sebagai emak emak muda *boleh ya dibilang muda* mulai rempong nih mau cari playgroup/kelompok bermain buat Fia. Sebetulnya Fia selama ini udah ikutan kelas Pos PAUD di deket rumah yang dikelola ibu-ibu PKK di lingkungan rumah. Selama ini dia keliatan enjoy, dua kali dalam seminggu dia masuk, dan kegiatannya sangat menyenangkan. Bernyanyi, melompat, lempar bola, meniti, menstimulasi motorik halus dan tentu saja main main. Saya nggak khawatir dengan kata orang yg bilang, “kok dari kecil udah disekolahin? nanti kalo bosen gimana?” karena sejauh ini di Pos PAUD kegiatannya sangat menyenangkan, dan waktunya hanya sebentar, kira-kira 2 jam. Targetnya adalah Fia bisa sosialisasi dengan anak sebayanya dan berani untuk berekspresi di depan umum.

La kan udah sekolah, kok mau cari sekolah lagi? Nah di usianya yang udah mencapai 3 tahun, saya kepengen supaya aktivitasnya mulai terarah, dan kemandiriannya mulai muncul. Mandirinya versi anak-anak ya ibu-ibu. Alhamdulillah sejak ulang tahun ke 2 sudah gak mau pake pampers lagi, dan sudah berhasil disapih di usia 2 tahun 8 bulan *yang ini agak lama*, tapi ngedot nya belum bisa dilepas nih ibu-ibu… Aktivitas terarah maksud saya adalah tentang pembiasaan hal-hal baik. Meskipun di rumah sudah dimulai, tapi dengan keterbatasan saya sebagai ibu bekerja, praktis ada waktu-waktu dimana Fia tidak bersama saya di rumah. Nah waktu itu saya pengen dia belajar hal-hal yang baik. Selama ini di rumah saya juga sudah berusaha menyiapkan permainan yang bisa dimainkan kala saya tidak di rumah. Yah tentu saja tembok rumah juga sudah jadi korbannya… coretan ada dimana-mana. Katanya kalo nggak kotor nggak belajar, ya sudah relakan saja, untungnya dulu cat nya pilih yang bisa dihapus…

Ada beberapa yang berpendapat, ngapain disekolahin playgroup, nanti kelamaan… tapi saya percaya kondisi anak beda-beda ya ibu-ibu, jadi saya mulai hunting playgroup. Saya sempat berpikir untuk memasukkan Fia langsung ke TK A, tapi selanjutnya mendengar saran kanan kiri saya pilih ke playgroup saja dulu. Berkaca ke pengalaman saya dulu, saya masuk SD di usia 5 tahun 7 bulan, nah karena Fia lahir di bulan yang sama dengan saya, saya juga kepikiran hal yang serupa. Tapi pada akhirnya setelah mendengar masukan dari berbagai pihak, saya simpulkan bahwa apa yang akan dihadapi Fia di masa depan pasti akan jauh berbeda dengan keadaan saya yang sekarang, jadi jangan paksakan anakmu seperti dirimu, karena dia akan hidup di masa yang berbeda.

Nah sekarang masalahnya mau masuk playgroup yang mana? Saya secara pribadi punya beberapa kriteria, karena saya ingin ada pembiasaan tentang hal-hal terkait keyakinan kami, saya pengen Fia masuk di playgroup yang ada nuansa islami, jadi ditanamkan nilai-nilai islami di dalamnya. Lalu kriteria kedua adalah dekat dari rumah, yang ini jelas ya, supaya anak gak lelah. Lalu kriteria selanjutnya adalah guru-guru pengajarnya sabar, ramah dan peduli, nah ini yang agak susah karena harus dilihat dulu. Mulailah kami bergerilya, sekarang sudah ada 2 playgroup yang memenuhi kriteria itu, di salah satu playgroup bahkan Fia sudah ikut trial class. Sampai hari ini saya belum memutuskan, karena masih bingung! Saya mau ajak Ayahnya Fia untuk melihat dan memutuskan. Kalau Fia sejauh ini cukup senang dengan keduanya, tapi sepertinya cintanya masih di Pos PAUD, hehehehehe…..

Tadi saya sempat browsing bagaimana sebaiknya pilih playgroup buat anak, biar nggak lupa saya tulis lagi ya… Walaupun psikolog, tapi untuk urusan ini saya juga butuh baca pendapat dan minta saran orang lain yang sudah berpengalaman… Ini dia hal-hal yang perlu dicatat

  • Cari info tentang playgroup secara komprehensif. Mulai dari masalah finansial, basis pendidikan yang diterapkan dan konsep yang digunakan. Jadwal harian, lingkungan sekitar, durasi waktu lamanya di sekolah.
  • Pertimbangkan jarak rumah ke playgroup, pastikan rute nya mudah dijangkau dan tidak membuat anak lelah.
  • Bangunan fisik sekolah perlu dipertimbangkan keamanan, kenyamanan, dan kesehatannya.
  • Anak-anak butuh stimulasi yang banyak, perhatikan apakah playgroup mewadahi itu.
  • Rasio anak dan pendidik perlu diperhatikan, supaya anak dapat perhatian yang cukup.
  • Latar belakang pendidik dan karakternya bisa dijadikan pertimbangan.
  • Bagaimana kurikulumnya? Anak-anak playgroup intinya adalah bermain dan mengeksplorasi diri sesuai tahap perkembangannya.
  • Jangan hanya tergiur fasilitas dan terpukau harga yang selangit… kalau perlu cek outputnya… kalau ada teman, saudara, tetangga yang sudah lulus dari sana, bisa ditanyakan…

nah satu lagi yang penting, coba ajak anak berdiskusi tentang playgroup yang disukai, karena yang mau sekolah kan anak bukan orang tuanya, hehehehe…..

Oke ibu-ibu sekian dulu ya, saya mau memantapkan pilihan… selamat mencari playgroup buat ananda tercinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s