Apakah Pendidikan Hanya Memberi Janji?

Kemarin siang dalam perjalanan pulang dari melakukan kegiatan gemba, saya ngobrol dengan tiga orang teman. Pembicaraannya awalnya hanya ngalor ngidul, khas pembicaraan ibu-ibu di tengah rinai hujan. Namun akhirnya sampailah kami dalam obrolan yang cukup serius, tentang pendidikan Indonesia! Awalnya seorang teman melihat adanya spanduk di depan pool sebuah taksi ternama di kota Atlas bahwa dibutuhkan kandidat yang mau bekerja sebagai sopir taksi, kami mulai ngopbrolin bahwa banyak sekali perusahaan yang memasang iklan lowongan pekerjaan dimana-mana. Bukan saja spanduk yang baru saja kami lihat tadi, namun kalau kita baca koran di hari sabtu – minggu, pasti ditemukan banyak sekali lowongan pekerjaan. Namun kami juga tak kalah heran bahwa pengangguran masih banyak sekali di negeri ini. Kami berempat kebetulan sering diminta bantuan untuk melakukan rekrutmen di beberapa perusahaan, dan ternyata mereka seringkali mengeluh bahwa cari kandidat yang pas itu susah banget. Bagaimmana bisa ya, pengangguran sedemikian banyak, namun rekruter sulit mendapatkan kandidat. Bagaimana bisa juga lowongan sedemikian banyak, namun susah sekali dapat kerja? Ironi ya?

Lalu seorang teman nyeletuk, apa pendidikan kita terlalu banyak memberi mimpi ya? bahwa kalau sekolah nanti dapat kerja bagus, kantoran dan sebagainya.. Padahal dalam kehidupan nyata, banyak pekerjaan yang jarang dicita-citakan anak-anak kita. Apa ada yang bercita-cita jadi sopir? *merujuk iklan lowongan jadi sopir*.

Apa yang salah ya????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s