Titip Rindu Buat Ayah

Hampir tiga dekade aku mengenalmu
Ayah hebat yang dulu amat ku banggakan
Ayah nomor satu di dunia
Yang dulu amat aku idolakan

Aku bisa begini tentu karenamu
Aku selalu ingin berprestasi juga melihatmu
Engkau adalah model bagi ambisi yang berapi api
Bukan materi tapi prestasi itu yang kuingat darimu

Kala aku remaja,
Aku mengidolakan sosokmu
Bahkan profilmu dalam koran kujadikan sampul buku
Bangga rasanya memilikimu
Bangga rasanya jadi anakmu

Kala aku jadi sarjana,
Kau bilang aku harus coba lihat dunia
Agar aku tahan banting
Kuat hadapi kerasnya hidup

Kala ibuku sakit,
Kau mendampinginya
Tetap ada dan tetap setia hingga akhir hayatnya

Aku tak tau apa yang kini terjadi
Kau nampak berbeda
Atau aku yang melihatnya berbeda
Aku yakin kau masih ayah nomor satu di dunia
Meski beberapa hal saat ini kita berbeda

Ayah,
Kau pasti mengerti
Berbeda itu hal biasa
Hanya aku mungkin yang belum memahami
Bahwa perbedaan harusnya membawaku lebih rendah hati

Ayah,
Meski lebih enam dekade usiamu
Kau masih darma baktikan dirimu untuk pendidikan
Kau dedikasikan diri untuk mencerdaskan bangsa

Ayah,
Satu pintaku
Bila tak keberatan, suatu hari ajaklah cucumu melihat dunia
Pergi ke gunung, pergi ke pantai, pergi ke kebun binatang
Seperti kau dulu mengajakku….
Seperti kau dulu menyayangiku…

Ayah,
Aku masih disini
Aku masih anakmu

 

Lewat bait puisi
kutitipkan rindu untukmu wahai Ayahku
Ayah paling hebat sedunia

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s