Hubungan Ayah dan Anak

Kemaren sore, ketika saya sedang berbelanja di sebuah supermarket, saya bertemu dengan seorang ayah yangayah dan anak berbelanja bersama dua putrinya yang masih balita, mereka ribut sekali, sang kakak berjalan kaki di sisi ayahnya dan si adik duduk di toli yang didorong sang ayah. Saya lihat mereka berbelanja kebutuhan dapur sampai dengan jajanan si anak, wah seru sekali ketika sang ayah merayu si adik untuk tidak membeli produk minuman tertentu dan mencoba memilihkan produk lain, bahkan ada peragaan gaya pesawat terbang segala, heboh deh….

Saya ga akan tanya dimana ibunya, justru saya amat appreciate dengan ayah yang demikian. Mungkin saja ibunya sedang sibuk dengan pekerjaannya, atau mungkin si ibu sedang di luar kota, atau mungkin sedang sakit atauuu???? Who knows? Saya juga ga tau, wong kemaren saya ga sempet nanya nanya, hehehehehehehe….

Yang saya tau, hubungan antara ayah dengan anaknya amatlah penting, ada yang menyebutnya esensial. Bahkan sebuah penelitian membuktikan bahwasanya kesehatan mental seorang ayah akan mempengaruhi anaknya.

Ada juga yang menyebutkan kalo hubungan antara anak dan ayahnya bisa merangsang kemampuan motorik bagi si anak. Alasannya adalah ketika anak bermain dengan ayahnya, anak akan melakukan permainan-permainan yang membutuhkan banyak pergerakan fisik seperti perang-perangan, kuda-kudaan, sepakbola dll yang mungkin permainan itu amat jarang untuk dimainkan bersama ibu.

Perkembangan intelektual anak juga konon dipengaruhi oleh hubungan anak dan ayahnya, karena ayah sebagai figur yang memiliki otoritas di dalam keluarga tentu saja pendapatnya akan diikuti oleh seluruh anggota keluarga. Dengan demikian pemikiran-pemikiran seorang ayah akan lebih mudah untuk diterima oleh sang anak. Tentu saja, sang ayah juga dituntut untuk memiliki pengetahuan dan jaringan yang luas agar bisa mentransfer ilmu bagi anaknya.

Hmmm kalo sudah begini, saya jadi ingat Bapak di rumah🙂 Thanks to my father for all. Saya lebih sering dibelikannya buku ketimbang boneka. Saya diperbolehkan belajar sepeda dan sepeda motor di masa SD. Saya diikutkan les menari sedari saya TK. Saya juga diajarkan mengaji sejak TK. Meskipun di masa remaja saya ayah saya sedang sibuk-sibuknya berkarir, ternyata landasan masa kecil begitu berharga.

Moga-moga nanti suami saya juga akan jadi bapak yang baik bagi anak-anaknya, dan keluarga kami. ^_^

Nah, kali ini kita cerita-cerita tentang Ayah, next time tentang Ibu deh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s