Mengenal Psikologi Islami

Sebagai seorang muslim yang berkecimpung di dunia psikologi, apakah kamu sudah tahu apa itu Psikologi Islami???

Bila kebetulan Anda belajar psikologi dan Anda juga muslim ada baiknya kita tidak hanya menyandarkan pada  teori Psikologi yang berasal dari Barat (yang memang selama ini berlaku demikian), tetapi kita mencoba untuk menggali sendiri Psikologi yang berasal dan memang dekat sekali dengan kita, yaitu Psikologi Islami. Dua alasan mendasar mengapa kita perlu menghadirkan Psikologi Islami adalah : 1) Karena Islam mempunyai pandangan – pandangan sendiri tentang manusia. Al Qur’an, sumber utama agama Islam, adalah kitab petunjuk yang didalamnya terdapat rahasia – rahasia mengenai manusia. Karenanya, kalau kita ingin tahu manusia lebih nyata dan sungguh-sungguh, maka Al – Qur’an adalah sumber yang selayaknya dijadikan acuan utama. 2.) Adanya kesadaran bahwa Psikologi modern menghadapi beragam krisis. Bahkan ahli-ahli Psikologi modern, baik dari kalangan Islam, Dunia Timur, maupun dari Barat sendiri telah melontarkan sejumlah kritik mengenai Psikologi modern.

Sebenarnya apa sih yang disebut Psikologi Islami??  Psikologi Islami  adalah ilmu yang berbicara tentang manusia, terutama masaah kepribadian manusia, yang berisi filsafat, teori, metodologi dan pendekatan problem dengan didasari sumber-sumber formal Islam (ayat kauniyah) dan akal, indra dan intuisi (ayat kauliyah).

Munculnya perumusan disiplin Psikologi Islami ini disemangati oleh gerakan Islamisasi ilmu pengetahuan, hal tersebut muncul karena adanya kesadaran berislam di tengah pergulatan kehidupan modern. Kesadaran yang dimaksud adalah bahwa Islam mempunyai sistem tersendiri yang berbeda dengan sistem Barat yang dominan saat ini dan bahwa sistem ilmu pengetahuan Barat yang ada saat ini tengah mengalami krisis dan perlu disembuhkan.

Jika kita telah memahami apa itu Psikologi Islami, lalu apa yang bisa kita lakukan sekarang???

Selama ini perdebatan mengenai Psikologi Islami lebih berkutat pada konsep atau wawasan tentang manusia dan kurang membicarakan kelanjutan dari membangun wawasan Islam tentang manusia, seperti membangun konsep-konsep atau teori-teori yang lebih terinci, pengembangan metodologi dan riset serta juga pengembangan aplikasinya. Padahal tanpa adanya teori yang sulit diuji, sulit dilakukan kegiatan penelitian di bidang Psikologi Islami, padahal hasil penelitian diperlukan untuk membangun suatu disiplin ilmu yang kokoh.

Bacaan yang disarankan : 

Ancok, D dan Fuad Nashori. 1994. Psikologi Islami Solusi Islam atas Problem – problem Psikologi. Yogyakarta. Pustaka Pelajar

Riyono, Bagus. 1998. Prinsip – Prinsip Psikologi Islami. Psikologika Nomor 6 Tahun III 1998, hal 18 – 27

(artikel ini sebagian telah dimuat dalam buletin Iqro Vol 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s