Be LEADER or BEHIND!

            “Seorang pemimpin yang baik seharusnya memiliki lima sifat ini, yaitu bisa memimpin secara proporsional, bisa menjadi komandan, bisa menjadi guru, bisa menjadi ayah, dan juga bisa menjadi kawan terhadap orang-orang yang dipimpinnya.”

Kalimat diatas adalah penggalan pesan yang disampaikan oleh narasumber, Ir. Kusnaeni pada Intensive Group Discussion mahasiswa SP2MP sabtu pekan lalu. Ir. Kusnaeni yang juga alumnus Teknik Sipil UGM ini adalah salah seorang figur sukses seorang pemimpin. Beliau telah memimpin sejumlah proyek untuk beberapa aliran sungai baik di pulau Jawa maupun Sumatra. Beliau juga pernah menjadi kepala dinas pengairan propinsi Sumatra Selatan, Kakanwil prop. Nangroe Aceh Darussalam, dan jabatan terakhirnya sebelum pensiun pada Agustus 2004 lalu adalah Direktur Tata Ruang Wilayah Timur Indonesia.

Dengan latar belakang memimpin beberapa komponen di berbagai propinsi di Indonesia, banyak hal yang bisa didapatkan dari penuturan narasumber. Beberapa hal yang diungkapkan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik pada dasarnya sudah kita dapatkan dari pelatihan-pelatihan yang telah dilaksanakan sebelumnya. Seperti dalam Special Management Skills, Advanced Thinking Skills, Leadership Attitude dan juga Leadership Camp.

Dalam diskusi kemarin, narasumber juga memaparkan mengenai 11 asas kepemimpinan Jawa yang sangat unik. Yang paling saya ingat adalah asas yang pertama yaitu Taqwa, yang juga menjadi pegangan narasumber dalam melaksanakan tugasnya. Prinsip Taqwa ini nampaknya akan membawa dampak yang lebih dalam proses menjadi pemimpin yang baik, karena dengan berpegang pada prinsip ketaqwaan seseorang akan melaksanakan segalanya sesuai dengan kebenaran dan keadilan.

Yang juga membuat saya terkesan adalah kemampuan adaptasi narasumber yang begitu hebatnya, dalam curriculum vitae-nya disebutkan bahwa beliau telah memimpin di  berbagai tempat yang tentunya mempunyai latar belakang budaya yang sangat berbeda. Dan ternyata beliau berhasil. Pemahaman budaya ternyata juga menjadi salah satu aspek yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Karena dengan memahami budaya dimana tempat dia berpijak, ia akan dapat mengetahui karakter para bawahannya dan juga apa yang menjadi tuntutan dan kebutuhan mereka. Tentu saja ditambah dengan menerapkan lima sifat yang telah saya sebutkan diatas.

Ir. Kusnaeni adalah seorang figur pemimpin dengan latar belakang birokrat, sehingga dalam pengambilan keputusan terkadang masih ada tekanan dari pemimpin pada garis komando yang lebih tinggi. Pada posisi seperti itu nampak jelas bahwa seorang pemimpin dituntut untuk menjunjung tinggi prinsip kebenaran dan menjadi sesorang yang mampu mengambil resiko terhadap kemampuan yang dihadapi. Proses decission making yang dilaksanakan oleh beliau nampaknya menggabungkan antara Top Down dengan Bottom up. Hal tersebut dicontohkan saat beliau menceritakan tentang proses pengembilan keputusan tentang rencana tata ruang di Papua, beliau meminta pendapat dari seluruh komponen yang ada kemudian menggabungkannya dan mencari kesamaan untuk kemudian diambil sebagai hasil keputusan akhir.

Menjadi pendengar yang baik juga disinggung oleh narasumber sebagai salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh pimpinan yang baik. Dengan menjadi pendengar yang baik seorang pemimpin akan dapat mengakomodasi pendapat dan keinginan dari staf dan juga sebaliknya para staf dapat mengerti pemikiran dan ide yang dilontarkan oleh pemimpin, karena proses menyelaraskan pola pikir antara komando dengan bawahan adalah sesuatu yang sangat penting agar tidak memicu terjadinya konflik di kemudian hari yang dapat menyebabkan sebuah organisasi tidak sehat.

Dari diskusi sabtu pekan lalu, saya menarik kesimpulan bahwasanya seorang pemimpin yang baik adalah orang yang mampu dan mau untuk terus belajar tentang segala hal. Karena seperti yang diungkapkan oleh seorang teman dalam diskusi kemarin, Pekerjaan bukanlah sebagai sarana mencari uang semata namun pekerjaan adalah sarana untuk memaknai hidup kita.

Jika kita sebagai mahasiswa SP2MP bisa mengambil makna dari serangkaian pelatihan yang telah diberikan, tentunya di masa yang akan datang kita semua akan bisa menjadi pemimpin yang baik. Amiin.

Jadi, untuk teman-teman semuanya jangan lupakan materi-materi pelatihan yang telah kita dapatkan kemarin, karena itu semua adalah bekal kita untuk menjadi pemimpin masa depan. Dari pembicaraan mengenai goal setting theory, bagaimana mencapai target yang sudah ditetapkan, bagaimana menjadi seseorang yang memiliki kecerdasan emosi yang tinggi dalam Special Management Skills. Dilanjutkan dengan bagaimana berfikir kreatif, kritis dan strategis dalam Advanced Thinking Skills, juga mengenai bagaimana gaya kepemimpinan yang cocok serta bagaimana proses pengambilan keputusan yang baik dalam Leadership Attitude dan mengaplikasikan semuanya dalam Leadership Camp tentunya telah menjadi sebuah bekal yang tak ternilai harganya untuk melanjutkan perjalanan kehidupan kita semua.

Seperti pesan seorang narasumber dalam diskusi Developing Leadership di awal pertemuan SP2MP dulu, sudah saatnya kita menganut falsafah Telur Ayam untuk berpetok-petok mempublikasikan diri, atau istilah kerennya marketing your self, karena di dunia global masa kini yang penuh dengan keonsekuensi dan selalu ada perubahan kita perlu bergerak dengan cepat agar kita tidak hanya puas berjalan jongkok sementara orang lain dari belahan bumi lain sudah berlari dengan cepatnya.

Jika perlu, ciptakan tantangan untuk diri kita sendiri, tidak hanya menunggu lingkungan yang berbuat banyak untuk kita. Tapi tentunya jangan juga lupakan budaya luhur kita sebagai bangsa Indonesia. Anutlah falsafah pohon jati, dengan mengantisipasi perubahan dengan tidak merugikan pihak lain, meranggas saat kering dan bersemi saat hujan.

Demikian sedikit cerita tentang apa yang sudah saya dapatkan selama ini, semoga kita semua dapat mematangkan kemampuan leadership yang sudah dilatihkan dan mengasahnya dengan pengalaman yang kita miliki masing-masing. Akhir kata, menjadi seorang pemimpin yang baik berarti belajar tiada henti, fleksibel, kreatif & inovatif, memahami potensi orang lain, open minded dan team oriented.

Seperti kata pepatah, tiada gading yang tak retak. Jadi, mohon dimaafkan jika banyak kesalahan yang telah saya lakukan. Baik dalam tulisan ini maupun pada saat sebelumnya. Semoga kita semuanya, mahasiswa SP2MP UGM dapat menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang baik dalam segala hal. Amiiiiiiiiiin.

 

 

* Refleksi dan rangkuman dari berbgai pelatihan leadership yang didapatkan selama menjadi mahasiswa SP2MP

** Penulis adalah mahasiswa SP2MP tipe A dan mahasiswa Psikologi UGM 2002

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s