Jalan-jalan ke Goa Kreo

PhotoGrid_1442134868392

Beberapa minggu lalu, saya dan serombongan ibu-ibu di komplek rumah saya membuat acara arisan di luar rumah, dan destinasinya adalah di sekitar Gua Kreo, Gunungpati, Semarang. Meskipun sudah berpuluh tahun tinggal di Kota Semarang, ini adalah kunjungan saya yang pertama ke Gua Kreo, hehehehehe…..

Setelah pembangunan beberapa waktu yang lalu, gua kreo kini menjadi wisata terpadu dengan Waduk Jatibarang. Meskipun tempatnya berada di pinggir Semarang, namun cukup ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal.

Memasuki area parkir di Gua Kreo, kami telah disambut oleh serombongan kera. Gua ini punya sejarah yg unik, karena dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijogo, Sunan Bonang, Sunan Ampel, dan Sunan Gunung Jati. Untuk membangun masjid di Demak, para sunan mencari batang pohon sebagai pilar, namun demikian pohon itu tidak bisa dipotong. Para sunan bertemu sekawanan kera berekor panjang yang mengajak untuk meminta petunjuk kepadaNya dengan bersemedi. Hingga akhirnya sunan berhasil memotong pohon itu. Ketika kera hendak mengikuti sunan ke masjid, sunan meminta kera untuk menjaga gua itu, yang kini dikenal dengan gua kreo.

Kera disana cukup jinak, dan tidak mengganggu, hanya saja kalau kita nampak membawa makanan dia akan meminta. Jangan lupa membawa minuman, karena Anda harus berjalan cukup jauh untuk menuju gua.

Explore Lombok

PhotoGrid_1443257544548

Bulan lalu, saya berkesempatan mengunjungi pulau Lombok bersama keempat teman sekantor saya. Agenda utamanya adalah ikut International Conference, dan presentasi paper. Nah kalau yang itu kita skip saja yaaa, kita akan fokus pada agenda tambahan…. eksplorasi Lombok!

Ini adalah perjalanan pertama ke pulau Lombok, jadi cukup excited saya mempersiapkan keberangkatan. Jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan tiket keberangkatan dan kepulangan supaya bisa dapat seat yang berdekatan dan direct flight dari Semarang ke Lombok. Namun tak disangka-sangka, kurang lebih seminggu sebelum keberangkatan saya dapat undangan untuk melakukan presentasi laporan kemajuan penelitian yang telah didanai, hukumnya wajib. Jadilah akhirnya saya harus menunda keberangkatan ke Lombok, akhirnya saya harus gunakan penerbangan yang berbeda dengan teman-teman, dan harus transit di Bali.

Alhamdulillah perjalanan Semarang-Denpasar-Praya lancar. Mendarat di Bandara Internasional Praya Lombok di malam hari tak membuat saya gentar, karena sudah tidak ada fasilitas penjemputan dari panitia, saya memilih menggunakan moda transportasi taksi bandara, sebenarnya ada juga Damri Bandara, tapi karena saya belum paham saya tidak memilih untuk menggunakannya. Dari Bandara ke kota Mataram ternyata cukup jauh, tapi sopir taksi nya cukup friendly sehingga membuat nyaman dalam perjalanan. Karena perjalanan malam, saya tak bisa menikmati pemandangan apapun dari Bandara ke Hotel, lebih-lebih saya sudah sangat mengantuk saat itu.

Kuliner Apa yang Perlu Dicoba?

Selain Ayam Taliwang yang sudah terkenal rasa pedasnya, kalau ada kesempatan mengunjungi Lombok, Anda bisa mencoba lezatnya Sate Rembiga, sate ini enakkkk banget… recomended! Makanan lain yang kami coba adalah Bebalung, menurut saya biasa saja karena mirip dengan sup iga, namun bedanya iga nya buanyaaaaak. Makanan lain yang perlu dicoba adalah Nasi Balap Puyung, letaknya di depan pintu keluar airport, ayamnya maknyusss, sambelnya uenak, sampai kami bungkus untuk dibawa ke Semarang.

Beli Oleh-oleh dimana?

Ada beberapa oleh-oleh yang terkenal dan menjadi ciri khas Lombok, yaitu Mutiara dan Tenun. Kami membeli mutiara di daerah Sekarbela, disana ada mutiara air tawar, air laut, harga cukup bersaing. Karena kurang menyukai perhiasan, saya tidak beli macam-macam disana. Selanjutnya kami membeli oleh-oleh khas di Gandrung, sebuah toko yang menjual barang-barang oleh-oleh, mulai dari kaos, tas, dompet, kdan beragam kain khas Lombok, harganya juga variatif. Untuk oleh-oleh berupa makanan, kami membeli di Lestari. Oleh-oleh yang khas adalah jelly rumput laut, saya juga membeli beberapa ragam kopi. Kami pikir, membeli kain di Gandrung sudah sangat murah, tapi ternyataaaaa pas kami ke pantai Kuta, disana penjualnya menjual kain hingga diobral, untuk selendang ada yang berani menawarkan hingga Rp.20.000,-. Luar biasaaaaaa!!!! Tadinya ditawarkan berapa jadinya berapa. Oh ya teman-teman saya juga membeli kain tenun asli ke pembuatnya di Sade, desa adat disana.

Jalan-jalan kemana?

Jalan-jalan ke Lombok bagusnya kemana???? PANTAIIIII!!!!!!!!!

Ya, Lombok dikaruniai keindahan alam yang luar biasa Indah, yaitu pantai. Pantainya masih banyak yang masih asli dan nampak sangat indah. Saat saya ke Pantai Senggigi, saya melihat itu sudah sangat indah, apalagi saat itu sunset. Tapi ternyata saya lebih menganga lagi waktu diajak ke Pantai Tanjung Aan, luar biasaaaaaa…….. speechlessss….. Pantai pantai yang segaris dengan Tanjung Aan ada Pantai Seger dengan Legenda Mandalika, dan juga Pantai Kuta.

Kunjungan singkat di Lombok menorehkan kebahagiaan dan kebanggaan akan Indahnya Indonesia

Pyramid Chessboard : Papan Catur Tiga Dimensi Untuk Cegah Kepikunan

Gambar-Catur-768x1024

Kali ini saya ingin bercerita tentang sebuah alat karya mahasiswa saya, namanya Pyramid Chessboard. Alat ini didesain untuk meningkatkan konsentrasi dan meningkatkan ingatan jangka pendek bagi para lansia. Tujuan akhirnya adalah untuk menghindari kepikunan yang seringkali melanda. Alat yang dirancang Adnan, Iib, Onik, dan Puguh ini berbentuk papan catur tiga dimensi. Perbedaan utama papan catur ini dengan papan catur yang selama ini telah banyak digunakan adalah adanya undakan berbentuk piramida yang membutuhkan konsentrasi lebih untuk memainkannya.

Alat ini dirancang dan diuji dengan pendanaan dari kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKMP) dari Dirjen Dikti. Dari hasil pengujian yang dilakukan terhadap subjek berjenis kelamin laki-laki, berusia 55-64 tahun di wilayah Tembalang terbukti bahwa pyramid chessboard ini dapat meningkatkan kemampuan mengingat. Kenapa bisa begitu? Memainkan catur dengan papan catur itu, membuat seseorang harus mau mengangkat lengannya dalam memindahkan bidak-bidak catur, tidak hanya digeser geser saja. Hal itu membuat para pemain catur harus berkonsentrasi ekstra…

Menarik yah… Pengen coba? Boleh langsung menuju Fakultas Psikologi UNDIP….

Seeing is Believing : Fieldtrip ke SRITEX

11391757_10153011493793510_7342466685229214378_n

Akhir semester tlah tiba, saatnya kami dosen mata kuliah Psikologi Industri Organisasi mengajak para mahasiswa untuk mengikuti kuliah lapangan. Kali ini ke SRITEX di Solo *Solo coret yaa… karena sebetulnya letaknya di Kabupaten Sukoharjo*

Sritex ini merupakan perusahaan terbuka yang awalnya dimulai dari perusahaan keluarga. Untuk melihat company profilenya bisa dibuka di sini. Nah di foto di atas itu, kami berfoto bersama maneqin yang ditampilkan di ruangan aula dimana kami diterima. Ternyata Sritex atau dikenal juga dengan nama PT. Sri Rejeki Isman, Tbk ini memproduksi seragam tentara tidak hanya dari Indonesia tetapi dari seluruh penjuru dunia.

Pada saat bus rombongan kami memasuki pabrik Sritex, saya merasa sangat takjub dan terperangah karena perusahaan ini sangat amat luas sekali. Karena sebelumnya sudah pernah kerja di kawasan industri, saya lebih merasa takjub dengan situasi di Sritex ini. Setelah mendapatkan pemaparan dari perwakilan Sritex baru saya lebih paham bahwa banyak sekali karyawan yang bekerja disana karena disana ternyata juga bukan hanya pabrik garment saja yang menangani proses menjahit kain menjadi baju, namun ternyata dari hulu ke hilir dikerjakan disana. Mulai dari pemintalan benang, produksi tekstil, hingga proses jahit.

Sosok pemimpin sukses juga menjadi kunci kesuksesan Sritex, yaitu Bp. HM Lukminto. Di akhir acara disana kami juga mendapatkan sebuah buku biografi tentang beliau dan bagaimana beliau membangun korporasi bisnis. Satu hal yang luar biasa adalah budaya dan rasa nasionalisme yang kuat ditanamkan disana, ditandai dengan adanya upacara bendera tiap tanggal 17 dan Upacara bendera yang besar di tanggal 17 Agustus.

Senang sekali berkunjung kesana karena tidak hanya mengajarkan teori dalam perkuliahan, namun juga mengajak mahasiswa untuk melihat langsung praktik Human Resource disana.

CIMORY ON THE VALLEY

11377269_10153001405003510_8139955208801563353_n

Ini adalah cerita weekend gateway beberapa minggu lalu, Cimory on The Valey di Bawen Kabupaten Semarang. Kami sudah sering melewatinya, saya juga sudah pernah sekali kesana untuk beli susu cimory yang ada rasa-rasanya itu. Nah kali ini yang spesial, kami pergi kesana sekeluarga! Yeay lengkap Ayah Ibu dan Fia.

Tentu saja yang paling heboh adalah Fia, karena disana ada peternakan, pertanian, dan juga playground! Kalau Anda masuk melalui resto, peternakan dan pertanian di sana bisa diakses dengan gratis. Tapi kalau gak mau ke resto, kita bisa memasuki peternakan dan pertanian dengan membayar 10.000 rupiah, dan mendapatkan gratis 1 botol yoghurt.

Fia seneng banget disana karena bisa lihat ikan, sapi, kelinci, kura-kura, ayam, burung merak, wuah lengkap deh… Kita juga bisa lihat beraneka ragam tanaman hortikultura… Duh kalo lihat kebun di cimory yang ditata dengan baik, saya jadi bermimpi suatu hari nanti kalau ada rezeki pengen deh punya rumah yang ada kebun sayur dan buah.

Setelah menikmati peternakan dan pertanian, kami mencoba untuk menikmati makanan di resto cimory…. Menunya khas ya daging sapi dan olahannya… Oh ya pada hari itu ketika kami datang, sedang ada opening chocomory… produk baru, coklat dari cimory.

Akses untuk sampai kesana, kalau dari Semarang ke arah Solo/Yogya tapi lebih mudah kalau tidak lewat tol ya… Mau naik kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum, lokasinya mudah diakses.

Kafe Buku DeQiKo

PhotoGrid_1431741325027

Karena suka baca, saya tertarik sewaktu melihat video karya mahasiswa yang settingnya perpustakaan tapi tempatnya unik. Ternyata lokasinya tidak jauh dari rumah saya, dan ternyata setiap hari saya melewatinya kalau pas berangkat kerja. Jadilah, pada sebuah sore kami coba main ke sana.

Di lantai 1 ada kafe, setting kafe nya ada yang indoor ada juga yang outdoor. Di bagian belakang merupakan area outdoor, disana ada kolam ikan dengan ikan yang banyaaaak dan warna-warni. Fia langsung senang dan berpose dengan berbagai gaya disana…. Makanan yang bisa dipesan disana juga harganya cukup terjangkau, dengan rasa yang enak. Ini dia keuntungan tinggal di dekat daerahnya mahasiswa.

Di lantai 2 inilah tempat perpustakaannya, begitu memasuki ruangan, suasana nyaman langsung terasa. Ada kursi-kursi dan meja baja di pojok-pojok, lalu ada karpet menghampar luas beserta bantal-bantal warna warni. Melihat itu Fia langsung melompat lompat. Sepertinya yang lainnya juga maklum… Pengunjungnya ada beberapa anak kecil, namun mayoritas sepertinya mahasiswa yang sedang membaca buku. Saya berkeliling, ternyata bukunya bermacam-macam, ada untuk anak-anak, ada komik, ada novel, dan ada buku-buku seperti Koo Ping Hoo juga…. Akhirnya setelah puas melihat-lihat dan menyelesaikan masalah registrasi, saya dan Fia meminjam beberapa buku untuk dibawa pulang. Meski gak gratis tapi harga sewanya cukup terjangkau.

Keluar dari lantai 3 kami penasaran karena ada tangga menuju ke atas, kami coba lihat ternyata di atas ada tempat tempat duduk, dan tempat menikmati udara segar…. Tempatnya open air, enak dinikmati di malam hari kayaknya. Kalo di siang hari panas cyiiiin hehehehe….

Asik banget deh ada yang punya ide bikin tempat baca buku bersatu dengan kafe yang cozy dan makanannya murah-murah gini… hehehehehe

Brown Canyon Semarang

s_img_0443_

Melihat foto itu, pasti Anda bertanya dimanakah lokasi pemandangan yang indah itu. Kalau di Amerika ada Grand Canyon, di Pangandaran ada Green Canyon, foto di atas itu adalah pemandangan di Brown Canyon Semarang. 

Lokasi Brown Canyon ini ada di antara Rowosari Tembalang, Pucanggading, dan daerah Kebonbatur Mranggen. Awalnya, saya sering melihat pemandangan ini dari kejauhan kalau saya sedang berkendara dari Tembalang ke daerah Kedungmundu, via Sigar Bencah. Dari Sigar Bencah bisa terlihat hamparan perbukitan yang indah, menjulang tinggi bagaikan candi. Beberapa bulan lalu, saya juga melihat teman-teman saya berfoto disana, indah dan dramatis kesan fotonya.

Nah, karena kemarin kebetulan ada hari libur, saya sekeluarga mencoba ingin menelusuri jalanan untuk mencapai Brown Canyon. Kami coba cari tau jalan mana yang harus dilewati untuk sampai kesana, Ayahnya Fia sampai mensetting GPS untuk memandu perjalanan kami. Karena rumah kami berada di daerah atas kota Semarang, kami akan menempuh jalur Tembalang – Meteseh – Rowosari untuk sampai ke Brown Canyon.

Pagi itu, langit masih berkabut sehingga dari sigar bencah tidak nampak bukit bukit brown canyon. Kami sempat berhenti sejenak di pom bensin di dekat pintu masuk perumahan Bukit Kencana Jaya, bersiap mengisi bensin full tank. Dari pom bensin, perjalanan kami lanjutkan ke arah timur hingga sampai di pertigaan pasar meteseh. Dari situ kami terus ke timur, jalannya cenderung kurang bagus, banyak lubang-lubang dengan air tergenang. Saat ada persimpangan kami ambil ke arah kiri, di situ ada petunjuk berupa papan penunjuk arah bertajuk BROWN KENYEN!

Kami menyusuri jalanan pelan-pelan, agak bingung sebenarnya, tapi kami ikuti petunjuk dari GPS dan mengikuti pengendara motor di depan kami, yang sebenarnya kami juga tidak tau mereka hendak kemana, hahahaha…. Sampailah kami di depan Puskesmas Rowosari. Wah senang sekali karena patokan dari beberapa blog yang sudah kami browsing, kalau sudah sampai situ berarti sudah dekat. Kami melaju masuk melalui gang di depan puskesmas rowosari, dan orang di depan kami juga berbelok kesitu. Kami ikuti terus, namun ternyata orang itu berbelok ke salah satu rumah, hahahahaha

Sinyal GPS mulai melemah sehingga kami tidak tau ada dimana, kami susuri jalan hingga melewati persawahan, Fia senang sekali melihat pemandangan alam pedesaan. Tapi kok rasa-rasanya kami makin menjauh yaaa…. Dan tiba-tiba ada petunjuk arah yang menunjukkan kalau kami ke kiri kami akan ke Mranggen! OMG ini Nyasar judulnya! hahahahaha…….

Makin lama makin jauh, dan kami lapar sodara sodara… Kami menyusuri jalanan beraspal halus, mulai dari desa batursari, kebonbatur, dan kangkung. Sampailah kami di pasar mranggen. Ini sudah jauuuh, ayahnya Fia lalu mengambil alih GPS dari saya dan mengecek. Dia bilang kita udah menjauh 2 KM dari lokasi, hahahaha jauh ajaaaa…. Akhirnya saya bergantian dengan suami, saya yang mengendarai motor dan suami yang mencermati GPS. Harap Maklum ajaaa ya psikolog baca GPS kok malah nyasar, jadi geologist aja yang baca GPS.

Dari Pasar Mranggen, kami menuju arah Pucanggading, dulu berdasarkan info seorang teman ada jalan dari arah pucanggading. Kami susuri jalan itu, makin ke selatan GPS menunjukkan semakin dekat dengan objek. Teruus kami susuri jalan itu, dan kami mulai melihat perbukitan itu. Yah, itu sudah kelihatan… Gak disangka-sangka malah kami temukan….

IMG_0317

Masuk ke lokasi, kami harus membayar tiket Rp.5000 per orang. Pengelolaan retribusi dikelola oleh masyarakat setempat.

Ternyata Brown Canyon ini adalah bekas tambang pasir dan batu, jadi dulunya ini adalah bukit-bukit yang menjulang tinggi, setelah bertahun-tahun dikeruk pasirnya, jadilah seperti ini. Saat itu truk pasir sudah tidak banyak lalu lalang, hanya ada beberapa truk yang lewat. Karena sudah lapar, saya dan Fia coba berhenti di salah satu warung untuk menikmati sarapan, sementara Ayah Fia langsung beraksi hunting foto.

Kami sampai di sana pada saat matahari mulai terik, sehingga rasanya panas. Kata Ibu yang berjualan di warung, biasanya brown canyon ramai dikunjungi saat sore hari, sehingga tidak terlalu terik. Selain kami, banyak anak muda yang datang ke situ, bahkan saya lihat plat nomor kendaraannya berasal dari kota lain.

Setelah puas berfoto, kami memutuskan untuk pulang. Setelah bertanya, jalan ke rowosari ternyata dekat. Kami mencoba pulang melalui jalur Rowosari, setelah berputar-putar di desa yang ada tepat di bawah brown canyon, sampailah kami ke jalan yang lebih besar, dan menemukan Puskesmas Rowosari! Hahahahaaha ternyata tadi waktu berangkat, kami sudah ada di lokasi yang dekat, tapi gara-gara mengikuti pengendara motor yang lain, kami malah jadi nyasar. Harusnya belok kiri, kami malah belok kanan.🙂

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 280 other followers