RSS

Category Archives: personal

Resolusi

Besok adalah tahun baru hijriah, dan dua minggu lagi adalah tahun baru masehi. Yang namanya tahun baru, tentu saja akan ada peristiwa baru dan harapan baru yang akan menambah warna dalam hidup kita.

Tahun 2009 ini, resolusi saya adalah 3G, yaitu :

  • Get Master
  • Get Married
  • Get a Job

dan ternyata, ketika dua minggu lagi sudah tahun 2010, baru 1G yang sudah saya raih. Alhamdulillah, yaitu Get Married. Saya belum bisa meraih 2G yang lainnya, yaitu Get Master dan Get a Job. Perjalanan meraih Get Master sedang saya tempuh, dan tentunya saya tetap mohon doa dari temen temen semua agar bisa lancar dan saya bisa segera lulus. Amin. Karena saya belum lulus dan ingin fokus mengerjakan tesis, saya juga belum mencari pekerjaan, jadilah Get a Job itu belum saya raih.

Apakah saya kecewa? ada sedikit perasaan yang membuat saya kecewa karena rencana saya di akhir tahun lalu belum bisa terwujud di akhir 2009 ini. Tapi tentunya saya juga harus masih banyak bersyukur atas pencapaian saya di tahun ini, dengan segala dinamikanya :)

Menjelang tahun 2010 ini, saya tak akan membuat harapan muluk muluk, kalau Allah mengizinkan, saya ingin 2G segera terwujud, dan Allah mengkaruniakan momongan buat saya dan suami, agar keluarga kecil saya menjadi lebih berwarna.

Di ujung tahun 2009, saya ucapkan Alhamdulillah Ya Allah, untuk pencapaian tahun ini, dan saya ucapkan Bismillahirrahmanirahim untuk mengawali tahun 2010 dengan niat menjadi orang yang lebih baik.

 
8 Comments

Posted by on December 17, 2009 in personal

 

Tags:

Carica dan Kenangan Lama

carica dan kenanganKemarin, seorang sahabat mengingatkan tentang sebuah kenangan lama dengan cara yang unik. Ia mengatakan bahwa dia baru saja menikmati sebotol carica dari Wonosobo. Ia mengatakan bahwa, carica mengantarkannya pada kenangan kami dulu. Memori saya pun mulai ikut melambung menuju masa masa itu, mungkin sekitar 8 tahun yang lalu.. Whoops ternyata sudah lama juga yaaa……..

Ya, ketika itu saya masih duduk di kelas 2 SMA, saya dan ketiga sahabat saya merencanakan sebuah liburan catur wulan ke rumah orang tua saya di Purbalingga (pada saat itu saya sekolah di Semarang). Saya ingat betul, rencana rencana kepergian kami rencanakan cukup detail lewat buku curhat kami berempat (yah lain kali akan saya tulis cerita tentang si buku curhat milik kami berempat).

Setelah sekian lama berlalu, ternyata sebuah makanan mampu mengingatkan akan kenangan itu. Kalau saya bayangkan, saat teman saya menggigit potongan potongan carica dan mencecap rasa manis dari airnya, kemudian ia memejamkan mata dan bisa mengingat suasana ketika liburan dulu… hihihi kaya di film film itu lhooo…..

Meski sudah terlewat bertahun tahun, kenangan tak akan pernah hilang dari hati… dan memakan makanan tertentu boleh jadi akan membawa kita melambung ke masa masa itu.

carica

ini dia caricanya …

 
1 Comment

Posted by on November 13, 2009 in personal, sekeliling kita

 

Tags: ,

Senasib

sahabat1 Baru saja pulang buka puasa bersama bareng temen-temen kuliah yang kebetulan “senasib”. Rasanya senang bisa berbagi bersama, bercerita tentang “kisah gila yang pernah dialami bersama pasangan” masing-masing, tentang kehidupan yang kami lalui, tentang bagaimana menghadapi orang-orang yang seringkali menganggap kami “aneh”, really happy with you friend!

Emang mungkin perasaan senasib bikin empati itu bekerja lebih, serasa mendapat dukungan, dan ngrasa bahwa i never walk alone…. :)

Thanks to Put & AnN..

 
Leave a comment

Posted by on September 5, 2009 in family, personal

 

Long Distance Love [part 1]

Saya sedang membaca buku yang judulnya amat menarik bagi saya, LONG LDLDISTANCE LOVE begitu judulnya. Wah kayanya “gue” banget nih, begitulah pikiran yang terlintas di benak saya ketika membaca sedikit resensinya di sebuah blog, tadi malam saya mencarinya ke Toko Buku Diskon Toga Mas karena diburu rasa penasaran yang menggebu gebu, hehehe *lebay ah*

Buku ini emang belum selesai saya baca, tapi kok rasanya udah ngga kuasa lagi untuk membaginya bersama rekan rekan senasib sepenanggungan dan seperjuangan para Long Distance Lover yang mungkin sedikit banyak punya problem yang hampir-hampir sama.

Saya sendiri Alhamdulillah baru saja menikah selama 1,5bulan dan sedang menjalani apa yang namanya LDL ini, gimana rasanya? wah jangan ditanya deh, yang namanya kangen itu pasti…. tapi tentunya harus pandai pandai me-manage apa yang namanya kangen, nah jadi matakuliah 2 sks deh, manajemen kangen, hahahahahahaha *jayus dahh*

Saya belum bisa banyak cerita tentang apa isinya buku yang saya beli tadi malam, tapi yang jelas recomended buat para Long Distance Lover, bacalah, barangkali buku itu bisa membuat diri kita merasa lebih baik, seperti apa yang saya rasakan pagi ini.

Satu hal hasil bacaan yang saya catat dengan garis bawah (Ctrl U) :
“Orang selalu mengatakan, LDL adalah hubungan yang rumit, tidak masuk akal dan sulit dijalani. Namun kita seringkali lupa BAHWA SETIAP PASANGAN MEMILIKI KESULITANNYA MASING-MASING, BAHKAN TANPA MENJALANI LDL SEKALIPUN. Jadi tetaplah percaya diri dengan kemampuan kita mengelola LDL yang kita jalani.”

Hufff cukup inspiring sekali kalimat itu, karena saya amat sadar diri bahwa saya adalah tipikal orang yang senang mendengar pendapat orang lain [ baca : kadang bisa dibilang mudah terpengaruh ]. Rasanya sudah ratusan orang yang memberi tanggapan baik berupa nasehat, komentar ataupun sindiran tentang bagaimana hubungan jarak jauh kepada saya. Daaan tentu saja ada pengaruhnya bagi saya. Belum lagi kalau melihat pasangan yang bisa dibilang “normal” karena diberikan kemewahan bisa tinggal satu atap setiap harinya, wiiih mupeng banget deeeeeeeeh…..

Tapi beberapa hari yang lalu saya bisa menyimpulkan bahwa:
“kemewahan yang saya idam idamkan (baca: bisa setiap saat melakukan aktivitas bersama suami tanpa terhalang jarak) barangkali bukanlah kemewahan bagi pasangan lain, dan kemewahan yang telah saya miliki sekarang justru barangkali menjadi idaman bagi pasangan lain.”

Yah sesungguhnya begitulah sifat manusia, selalu ingin keinginannya segera dituruti dan kurang sabar, padahal mungkin keadaan yang seperti ini justru sebuah kehendak dari Allah SWT yang kita belum tau apa artinya.

Beberapa tips yang saya catat (sementara) dari buku ini :
* Saling percaya adalah kunci utama awetnya sebuah LDL
* Tetapkan jadwal untuk menghabiskan waktu bersama, baik secara nyata (fisik) maupun virtual
* Jadikan kecanggihan teknologi sebagai jembatan, manfaatkan email, YM, skype, SMS, MMS, telepon dll sebagai penguat hubungan jarak jauh
* Belajarlah menjadi pendengar yang baik bagi pasangan anda, dan belajarlah menyampaikan perasaan secara artikulatif (bisa menceritakan emosi yang sedang dirasakan)
* Usahakan untuk memiliki kesamaan minat
* Selalu mendukung pilihan-pilihan hidup pasangan kita sejauh apapun dia dari kita

dan tentu saja

SERING SERINGLAH TERTAWA BERSAMA baik secara virtual ataupun saat bersama… HA..HA..HA…HA…HA..HA..

. *mbah surip mode on*

Nah, baru itu yang bisa saya ceritakan, nanti setelah tamat bacanya, saya pasti akan ceritakan lagi…

Oh ya, meski bagaimana, yang jelas saya tetap mengidamkan kemewahan tinggal seatap dengan suami saya tercinta…. Ya Allah kabulkanlah doaku *AMIIIIIIIN*

“Ya Allah, Engkau teman dalam perjalanan dan Engkaulah teman keluarga.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berkawan dengan orang-orang yang tidak berguna dalam perjalanan dan beroleh kekecewaan di waktu pulang nanti.
Ya Allah, dekatkanlah bagi kami jarak bumi dan mudahkanlah perjalanan kami.”
(Riwayat Ahmad dan Thabarani serta Al-Barazi dari Ibnu ‘Abbas RA)

 
Leave a comment

Posted by on September 5, 2009 in daily, family, personal, psy

 

blogging again

bloggingHai All,

Alhamdulillah akhirnya bisa ngeblog lagi setelah sekian lama meninggalkan media ini.
Anyway saya memutuskan untuk pindah rumah dari sini ke halaman ini dengan berbagai alasan. Hidup saya sekarang sudah banyak mengalami perubahan *perkembangan* dari awal saya ngeblog dulu. Sekarang saya sudah ga kerja di Jakarta lagi seperti dulu karena lanjut kuliah S2 di Jogjakarta, dan sekarang  sudah [hampir] jadi Psikolog *hoho ngarep banget bisa segera lulus*, dan yang paling penting saya sudah menikah dan punya suami yang baik hati.

Walaupun sekarang sudah banyak media jejaring sosial lain yang lebih aktif  saya ikuti, tetap ada kerinduan untuk menulis blog seperti dulu. Semoga rumah baru ini akan jauh lebih bermanfaat untuk pengembangan ilmu saya dan bermanfaat juga buat semua yang sengaja ataupun tidak jalan jalan ke blog ini.

Selamat menikmati

 
Leave a comment

Posted by on August 28, 2009 in personal

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 124 other followers